Menyatukan Langkah Pengembangan Kapasitas SDM dan Kelembagaan Penyelenggara Kesos di Wilayah Sumatera

Batam– Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera yang berkedudukan di Padang, mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Pengembangan (Rakorbang) SDM dan Kelembagaan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Regional Sumatera pada tanggal 10 s.d 13 April 2018 di Harmoni One Hotel dan Convention Centre Kota Batam.

Tujuan dari diadakannya Rakorbang ini adalah untuk meningkatkan relasi, komunikasi dan komitmen antara instansi/lembaga/unit kerja di lingkungan Kementerian Sosial, pemerintah daerah dan para pihak mitra strategis lainnya, sehingga terbangun sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan program khususnya yang terkait dengan SDM dan kelembagaan penyelenggara kesejahteraan sosial.

Rakorbang dibuka oleh Kepala Badiklitpensos, Harry Z. Soeratin, Selasa malam (10/4). Ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Harry terkait arah kebijakan Badiklitpensos dalam pengembangan SDM saat ini.  Diantaranya, adalah mengenai upaya Badiklitpensos menaikkan anggaran yang tahun ini jumlahnya 385 milyar menjadi 1,6 Trilyun pada tahun depan, untuk mengakomodasi kebutuhan terutama untuk mempercepat eskalasi atau untuk mengakselerasi proses sertifikasi SDM para pendamping-pendamping yang ada di daerah.  Selain itu, Harry juga menjelaskan bahwa Badiklitpensos saat ini juga sedang mempersiapkan RUU Pekerja Sosial (Peksos) sehingga nantinya akan ada standarisasi didalam pelaksanaan profesional para peksos di Indonesia.

Pada bagian akhir sambutannya, Harry mengharapkan bahwa hasil dari kegiatan FGD Rakorbang dapat digunakan dalam memastikan Renstra APBN tahun 2019-2024 yang sedang disusun dapat dipakai oleh pemerintahan Indonesia, siapapun presiden yang terpilih nantinya.

Kegiatan yang diikuti oleh Kepala Dinas dari 8 Provinsi dan 132 Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Regional Sumatera ini dilaksanakan melalui 2 sesi utama, yaitu sesi pemaparan panel oleh para narasumber diantaranya Kepala Badiklitpensos, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Andalas, Kepala Biro Perencanaan, dan para Sekretaris Dirjen di lingkungan Kemensos RI.  Sesi berikutnya dilanjutkan dengan FGD (Focus Group Discussion), yang membahas tentang Pendidikan Tinggi Profesi dan Vokasi Pekerjaan Sosial; Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial; Pendidikan dan Pelatihan Kesos; Pengembangan Profesi Peksos dan Pensos serta Sertifikasi Peksos dan Akreditasi LKS dan Penyuluhan Sosial.