Peningkatan Skill Pendamping PKH Melalui Diklat P2K2/FDS PKH

 

Diklat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)/Family Development Session (FDS) Program Keluarga Harapan (PKH) Putaran XVI yang diselenggarakan Balai Besar Pendidikan dan pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera telah berakhir pada tanggal 11 Oktober 2019 lalu. Diklat yang berlangsung selama 10 hari sejak tanggal 2 Oktober tersebut ditutup secara resmi oleh Inspektur Jenderal Kementerian Sosial RI, Dadang Iskandar.

Dengan ditutupnya kegiatan tersebut menandai berakhirnya rangkaian putaran pelaksanaan kegiatan Diklat P2K2/FDS PKH Tahun 2019 yang diselenggarakan BBPPKS Regional I Sumatera sejak awal Februari lalu. Dengan demikian, BBPPKS Regional I Sumatera, pada tahun 2019 telah berhasil menyelenggarakan Diklat P2K2/FDS PKH sebanyak 16 Putaran dengan jumlah Angkatan sebanyak 115 Angkatan dan jumlah total peserta sebanyak 4.636 orang peserta. Jumlah peserta ini sesuai dengan jumlah target kuota yang ditetapkan untuk BBPPKS Regional Sumatera. Di seluruh Indonesia,  pemerintah menargetkan 21.000 orang SDM Pendamping PKH mengikuti diklat P2K2/FDS PKH yang akan diselenggarakan oleh BBPPKS pada 6 wilayah Regional (Padang, Lembang, Yogyakarta, Banjarmasin, Makassar dan Jayapura).

Peserta diklat P2K2/FDS PKH di BBPPKS Regional I Sumatera adalah para pendamping PKH yang berada dalam lingkup wilayah kerja BBPPKS Regional I Sumatera yang mencakup 8 provinsi yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Dengan rincian jumlah dan sebaran wilayah peserta sebagai berikut:

 

Tabel Data Peserta Diklat P2K2/FDS

BBPPKS Regional I Sumatera Tahun 2019

Wilayah Jumlah Peserta
Aceh 871     orang
Sumatera Utara 1098   orang
Sumatera Barat 424     orang
Riau 439     orang
Kepulauan Riau 141     orang
Jambi 462     orang
Bengkulu 357     orang
Sumatera Selatan 844     orang
Jumlah Total 4.636   orang

 

Diklat P2K2/FDS PKH merupakan diklat yang ditujukan kepada pendamping PKH untuk meningkatkan skill dan tehnik pendamping dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator materi pada kegiatan P2K2/FDS. Diklat P2K2/FDS berlangsung selama 10 hari dengan jumlah jam pelatihan sebanyak 80 jamlat. Dalam diklat tersebut, peserta diajarkan berbagai teknik dalam menfasilitasi atau menyampaikan materi kepada audience melalui Materi Teknik Fasilitasi. Selain teknik fasilitasi, materi penting lainnya yang disampaikan dalam diklat ini antara lain materi Pendidikan dan Pengasuhan anak, materi Pengelolaan Keuangan dan Perencanaan Usaha, materi Kesehatan dan Gizi, materi Perlindungan Anak, dan materi Kesejahteraan Sosial (Disabilitas dan Lanjut Usia). Materi-materi tersebut merupakan bahan substansi yang akan disampaikan Pendamping kepada KPM pada saat kegiatan P2K2/FDS. Komponen utama dalam diklat P2K2/FDS PKH adalah komponen praktek. Dari 80 jamlat, 50 jamlat diantaranya merupakan kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL). Dalam kegiatan PBL, peserta diklat akan praktek simulasi menyampaikan materi (fasilitator) secara langsung kepada KPM PKH. Sehingga diharapkan, peserta akan terbiasa dan tidak canggung lagi dalam menyampaikan materi pada saat kegiatan P2K2/FDS di wilayah dampingannya masing-masing.

P2K2/FDS adalah kegiatan pertemuan bulanan yang rutin diselenggarakan oleh Pendamping PKH terhadap Keluarga miskin Penerima Manfaat (KPM) PKH dengan muatan materi pengetahuan praktis mengenai pendidikan dan pengasuhan anak, kesehatan dan nutrisi, ekonomi, dan perlindungan anak. Pemberian materi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun kesadaran KPM tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan guna memperbaiki kualitas hidup keluarga di masa depan. Melalui kegiatan ini, Pendamping mengarahkan KPM agar memanfaatkan bantuan PKH untuk keperluan produktif di antaranya meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui pembelian pangan yang mendukung pada peningkatan gizi dan meningkatkan partisipasi sekolah bagi anak-anak agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Diharapkan setelah mengikuti P2K2/FDS, terjadi perubahan perilaku KPM yang mendukung ke arah peningkatan kesejahteraan keluarga, termasuk mewujudkan kemandirian ekonomi agar tidak lagi tergantung pada bantuan PKH. Sehingga target pemerintah untuk mengraduasi 800.000 KPM dari 10 juta KPM PKH pada tahun 2019 dapat tercapai.