Penutupan Diklat Manajemen LKS Regional Sumatera

PADANG- Setelah 10 hari dilaksanakan, kegiatan Diklat Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) bagi Pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang diselenggararakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera sejak tanggal 26 Maret 2018 lalu  akhirnya secara resmi ditutup oleh Kepala BBPPKS Regional I Sumatera, GRM. Soerjo Darsono . (4/4).

Dalam butir sambutannya pada acara penutupan yang dilangsungkan di Aula Balai Pauh,  GRM menyampaikan bahwa  Lembaga di bidang kesejahteraan sosial anak merupakan salah satu ujung tombak  penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Sementara kinerja dan kontribusi lembaga kesejahteraan sosial anak saat ini masih dirasakan belum optimal karena perkembangan jumlah dan sebaran permasalahan sosial anak jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan daya jangkau, di samping kapasitas SDM pengurus LKSA yang masih perlu untuk ditingkatkan. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2016, misalnya, mengungkap  bahwa di Indonesia masih terdapat 11 juta anak yang tinggal di rumah tangga dengan hanya kepala keluarga kakek atau nenek saja. Di sisi lain, data dari Direkorat Anak Kementerian Sosial bahwa terdapat sekitar 250 ribu anak yang tinggal di lebih dari 6.161 LKSA di seluruh Indonesia.

Kegiatan diklat yang diikuti oleh 30 orang Pengurus LKSA Regional Sumatera ini antara lain bertujuan untuk meningkatkan skill dan profesionalitas pengurus LKSA agar dapat memenuhi standar pelayanan. Mata diklat yang disampaikan antara lain Standar Pelayanan Lembaga Kesejahteraan Sosial, Manajemen Organisasi LKS, Manajemen Mutu Pelayanan Sosial, Kemitraan Organisasi Pelayanan Sosial, Pemasaran Sosial dalam LKS dan sebagainya.

Diharapkan lebih lanjut oleh GRM, setelah mengikuti diklat Manajemen LKS, para peserta yang merupakan pengurus LKSA dapat menerapkan ilmu yang telah diterimanya selama diklat dan dapat membuat perbedaan atau perubahan menuju kualitas LKSA yang lebih baik dan mencapai  standar yang diharapkan. ***